Jejak Sejarah Indonesia di Kota Tua Kendari

Dok foto diambil dari laman Facebook Ilham Q Moehiddin
KENDARI, SULTRANEWS-Penolakan keras terhadap rencana pembangunan  jembatan Bahteramas keras disuarakan warga kota lama. Mereka menilai pembangunan jembatan merupakan kepentingan murni dari pemerinta sehingga rela mengorbankan warga sekitar.
Beberapa warga sosial media yang peduli tentang keberadaan kota lama juga turut memberikan dukungan bagi warga karena menganggap kota lama adalah kawasan  yang memiliki sejarah besar pada perkembangan  Kota Kendari.
Ilham Q Moehiddin misalnya, menemukan fakta jika kawasan kota lama merupakan tempat pusat perjuangan melawan penjajah dan tempat dimana digaungkannya semangat kemerdekaan Indonesia dari bumi Sultra.
Ilham kemudian memposting sejumlah foto yang merupakan Arsip Nasional Republik Indonesia, berupa  detik-detik  bersejarah di wilayah kota lama .
“Perhatikan deretan bangunan di sebelah kanan foto. Inilah alun-alun pertama Kendari. Bangunan bersejarah dan lokasi inilah yang kini terancam akan dirubuhkan oleh pemerintah terkait proyek Jembatan Bahteramas yang memintas Lapulu menuju Kota Tua,”tulis Ilham Q Moehiddin di laman facebook miliknya.
Pada arsip tersebut tertulis keterangan foto, “Ratusan anak sekolah melakukan aubade untuk menyambut Mr Sartono presiden pemerintahan daruat republik indonesia yang berkunjung di Kendari pada 19 Juni 1959,”.
Selain foto di kawasan kota tua, foto lainnya juga memperlihatkan sebelum memimpin aubade, Mr Sartono juga memeriksa barisan kehormatan saat turun dari pesawat Dakota di Lapangan Terbang Kendari.
salah satu sudut kawasan kota tua Kendari. foto: Yoshasrul
Namun sayang, fakta kaitan kota tua dan sejarah bangsa tak menjadi perhatian pemerintah Sultra. Kepala Biro Humas Provinsi Sultra, Drs Abu Hasan MSi menyebut, Kota Lama atau apa yang disebut kota tua tidak masuk dalam situs kesejarahan dan purbakala.
“Pemerintah sudah mengecek ke lembaga situs sejarah dan purbakala di Makassar Sulawesi Selatan, dan kota lama Kendari tidak masuk dalam situs sejarah,”katanya.  Dari dasar itulah pemerintah Sultra tetap  bersikeras menggusur pemukiman warga di kawasan kota lama  untuk membangun jembatan bahteramas di kawasan tersebut. YOS
Share on Google Plus

About yoshasrul

    Blogger Comment
    Facebook Comment