Gawat Kendari Jadi Incaran Sindikat Penipu

gresik-satu.blogspot.com


KENDARI, SULTRANEWS-Ini tentu peringatan seius bagi warga Kota Kendari, dimana saat ini ibu kota Sulawesi Tenggara kini menjadi incaran empuk para sindikat penipuan.   Ini setelah merebaknya praktik penipuan  di kota ini. Korbannya pun tak tak-tak tanggung, yakni para pelajar.

Seperti yang dialami 40 siswi dari SMA Negeri 9 dan SMK Negeri 2 Kendari yang diming-imingi menjadi model. Para pelajar ini harus mengubur dalam-dalam keinginan mereka menjadi model. Selain menanggung malu, seluruh korban juga harus rela kehilangan harta benda seperti perhiasan, telepon genggam, uang, laptop. Jika ditotal nilainya mencapai kurang lebih Rp. 30 juta. Kejahatan para pelaku ini terungkap Kamis malam lalu.

Ihwal kejahatan ini berawal dari munculnya sekelompok orang yang tergabung dalam sebuah Event Organizer (EO) bernama Sabuga Entertainment didua sekolah tersebut. Saat itu, para pelaku mendatangi kedua sekolah itu dan menyodorkan proposal yang memuat program untuk menyelenggarakan seleksi (casting) untuk program audisi model. Setiap sekolah diwajibkan untuk mengikutsertakan siswinya yang bertalenta dan harus berparas cantik.

Proposal itu tentu diketahui oleh pihak guru sekolah, bahkan sebagian guru juga ikut memberikan motivasi kepada siswinya agar mengikuti audisi itu. Dalam proposal itu tertulis, penanggungjawab program itu bernama Angga.

Menurut pengakuan salah satu korban Nita, setelah disetujui oleh pihak guru, para pelaku kemudian membagikan formulir kepada seluruh korban. Setelah formulir terisi, para pelaku lantas menyuruh korbannya untuk berkumpul di hotel Swis Bell guna mengikuti casting. Setelah seleksi dilakukan, para korban kemudian dijak berbelanja kostum ke Lippo Plaza, Wua-wua.

Setelah berbelanja, para korban kemudian disuruh untuk menyimpan barang belanjaannya di kasir serta membawa struk belanjaanya dan disetor ke para pelaku. Namun barang belanjaan para korban tidak langsung dibayar, dan pelaku mengajak korbannya untuk mengikuti sesi rias alias berdandan di sebuah Salon kecantikan depan Lippo Plaza.

Saat korbannya sedang dirias oleh karyawan Salon, para pelaku ini menyuruh korbannya untuk mengumpulkan telepon seluler (HP), anting, jam tangan, kalung milik para korban. Barang-barang korban itu kemudian dibawa lari oleh pelaku dengan mengendarai sepeda motor salah satu korban.

Ketika para korban ini dimintai untuk membayar tagihan salon yang nilainya mencapai Rp. 11 Juta, mereka baru sadar kalau para korban sudah tertipu.

“Kami mulai curiga saat kami akan dirias. Kenapa kami harus disuruh membuka seluruh perhiasan dan menyimpan handphone dan dompet kami dalam satu tas,” ujar Nita.

Sadar telah tertipu lantaran para pelaku yang berjumlah tiga orang tidak lagi muncul di Salon itu hingga tengah malam, para korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolresta Kendari.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 2 Kendari, Sulkfli Lubis mengatakan pihaknya terpaksa mempercayai oknum tersebut  karena penampilannya yang meyakinkan. Bahkan tidak ada keraguan dari pihak sekolah karena oknum bersangkutan menjanjikan kepada para siswi yang berprestasi akan diorbit di majalah remaja dan stasiun TV swasta nasional dengan membawa nama daerah.

”Kami awalnya percaya karena mereka datang dengan penampilan yang meyakinkan, tetapi ternyata seperti ini, hanyalah penipuan,” ujarnya di Mapolresta Kendari.

Kasus ini kini tengah ditangani jajaran Polresta Kendari. Sejauh ini para pelaku belum tertangkap dan masih diburu oleh tim Buser. Namun polisi telah mengenali wajah para pelaku melalui rekaman camera CCTV milik Lippo Plaza. (BK)
Share on Google Plus

About yoshasrul

    Blogger Comment
    Facebook Comment