11 Tahun Mekar, Sapi Masih merajalela di Ibukota Bombana

Aktifitas pengembalaan atusan ekor sapi di Bombana. foto: Yos
Pol PP Bombana Dinilai “Mandul”-

BOMBANA, SULTRANEWS-Warga Rumbia Ibukota kabupaten Bombana gusar amati banyaknya hewan ternak berupa sapi berkeliaran di jantung Ibukota. Akibatnya, bukan cuma merusak tanaman masyarakat, namun feses (tai sapi) terhambur di mana-mana.
Bahkan liarnya aktivitas ternak ini, bukan cuma menghambur feses atau merusak tanaman warga. Namun  keberadaannya, telah mengganggu pengguna lalu litas di daerah yang mekar dari otoritas Kabupaten Buton  sejak Desember 2003 lalu ini.

Anehnya,  aturan  berupa Peraturan daerah terkait pemeliharaan hewan ternak ini sudah lama dibuat. Tapi entah kenapa, realisasi perda seolah tenggelam, sementara sapi makin merajalela di Rumbia.

“Pol PP itu penegak perda.  Harus tegas antisipasi persoalan ternak di Ibukota ini. Diperda itu jelas bahwa yang mempunyai hewan ternak agar dikandangkan. Lemahnya itu di-eksennya. Harus ada langkah tegas, jangan diam diri atau sebatas pajang sosialisasi,” terang Iwan warga Rumbia.

Dirinya menyayangkan  jika penegak perda belum juga mengambil sikap terkait berkeliarannya sapi di Rumbia. “Persolanan ini sudah lama diresahkan warga ibu kota.  Harusnya sudah lama disikapi. Bukan di diamkan begini,” sindir Iwan. (DAR)
Share on Google Plus

About yoshasrul

    Blogger Comment
    Facebook Comment