Kamera Jurnalis Dirampas, PLN Kendari Minta Maaf

Jurnalis melakukan aksi tabur bunga sebagai simbol perlawanan terhadap kekerasan yang dialami jurnalis. Foto : Sindonews.com
KENDARI, SULTRANEWS-Kepala PLN Cabang Kendari, Ikhwan Fahri langsung meminta maaf atas insiden perampasan kamera jurnalis kepada insan pers, khususnya pada Ulvah Sari Sakti.

Sebelumnya, kamera Ulfah dirampas oleh Manajer PLN Cabang Benu-benua, Marhabah karena memotret perdebatan dirinya dengan aktivis LSM, Rabu (9/1/2013) di kantor Cabang PLN Kendari.

Menurut Fahri, pihaknya akan segera melakukan evaluasi kinerja di PLN secara menyeluruh. Pihaknya juga meminta agar masalah itu tidak diperpanjang lagi.

"Mungkin apa yang dilakukan pihak kami tadi tidak ingin merampas kamera. Mungkin maksudnya hanya ingin menghapus gambar yang telah diambil, hanya terkesan merampas. Apapun itu, kalau memang dianggap menyalahi aturan saya atas nama pribadi dan wilayah PLN Kendari secara langsung menyampaikan permohonan maaf," ucap Ikhwan.

Sebagai pimpinan PLN Cabang Kendari, ia mengaku cukup memahami apa yang menjadi tugas dari pers. "Kami paham betul tugas pers tidak boleh dihalang-halangi, sehingga kesalahan yang dilakukan oleh pegawai kami hari ini sekali lagi kami mohon maaf," terangnya.

Menurutnya, masalah pengambilan gambar di kantor PLN, memang ada beberapa ruangan yang perlu izin karena sensitif terhadap blits kamera. Namun jika gambar yang diambil ditujukan kepada person, itu kembali lagi kepada pribadi masing-masing. Untuk masalah tersebut, Ikhwan berjanji akan segera melakukan pembinaan kepada seluruh pegawainya, dan akan membagi pengalaman tersebut kepada rekan kerja yang lain.

"Kejadian seperti ini memang merupakan pengalaman pertama buat kami. Saya akan share (berbagi, red) pengalaman ini kepada manajer lain. Saya juga akan melakukan evaluasi terhadap pegawai kami di PLN, saya akan memberikan arahan, bahkan teguran lisan. (Yang bersangkutan, red) tidak dapat langsung dipecat karena akan dilihat kembali permasalahan seperti ini," tukasnya.

Permohonan maaf dan rasa bersalah juga disampaikan langsung Marhabah. Ia mengaku khilaf dan tidak mempunyai maksud untuk merampas kamera wartawan.

"Maksud saya bukan merampas, saya hanya ingin menghapus gambar saya karena saya kaget pas difoto tanpa minta izin, sekali lagi saya mohon maaf untuk tindakan yang tidak menyenangkan yang telah saya lakukan," pintanya.

Sebelumnya, aksi kekerasan kepada pekerja media di Kendari, Sulawesi Tenggara kembali terjadi. Kali ini tindakan menghalangi peliputan diwarnai dengan insiden perampasan kamera seorang jurnalis oleh Manajer PLN Rayon Benu-benua Kendari, Rabu (9/1/2013).

Hal itu terjadi ketika seorang jurnalis dari media cetak Kendari Pos, Ulva Sari Sakti mengabadikan perdebatan antara Manajer PLN Rayon Benu-benua, Marhabah dengan Ketua LSM Kipas, La Ode Ashar, di lantai dua ruang tunggu kantor cabang PLN Kendari.

Tak hanya itu, Marhabah juga mendesak Ulva untuk menghapus foto yang ada dalam kameranya. Saat itu lampu blits kamera menyala, secara spontan Marhabah langsung memberikan protes. (Kiki Andi Pati/Kompas.com).
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment