![]() |
| Isu kenaikan harga BBM, memicu kenaikan harga sembako. Mesti harga BBM untuk sementara ditunda dinaikan, namun harga sembako di Kendari tetap melambung. Foto : Yos Hasrul/Kendarikita.com |
KENDARI, KK-Penundaan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah tidak lantas menurunkan harga-harga sembilan bahan pokok di pasar tradisional Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Hampir seluruh harga bahan pokok kini melambung dan membuat para ibu rumah tangga menjerit.
Harga sembako seperti gula, beras, cabe, telur dan daging ayam yang sejak seminggu lalu mengalami kenaikan hingga Minggu (1/4) belum juga diturunkan pedagang. Rata-rata harga ini naik hingga kurang lebih 30 persen dari harga semula.
Harga sembako seperti gula, beras, cabe, telur dan daging ayam yang sejak seminggu lalu mengalami kenaikan hingga Minggu (1/4) belum juga diturunkan pedagang. Rata-rata harga ini naik hingga kurang lebih 30 persen dari harga semula.
Harga telur misalnya, dari 1100 per butir naik menjadi Rp 1300. Demikian pula harga beras, untuk beras degan berat 25 Kg dari harga 180.000 perkarung naik menjadi 220 perkarung.
Para pedagang seolah tidak peduli lagi dengan jeritan konsumen. "Saya heran, kenapa harga BBM tidak jadi naik, tapi justeru harga-harga terus melambung,"kata Ony, ibu rumah tangga di Kendari. Warga pun berharap pedagang bisa lebih arif dan bijaksana.
Ironisnya pemerintah Kota Kendari dan pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara seolah tutup mata dengan kondisi ini, karena hingga kini belum melakukan pemantauan harga sembako di pasar-pasar.. "Saya berharap pemerintah segera melakukan pemantauan harga-harga, jika perlu melakukan operasi pasar,"kata Oni. (Yos Hasrul).

Blogger Comment
Facebook Comment