![]() |
| Aktifitas penjualan ayam di pasar sentral mandonga menjadi salah satu lokasi yang disidak pemerintah kota kendari. foto: Yos Hasrul/Kendarikita.com |
KENDARI, KK-Gerah dengan informasi kenaikan harga sembako pemerintah kota kendari langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Kendari. Wakil Walikota Kendari Musadar Mappasomba bersama pejabat dinas perdagangan dan perindustrian kota kendari mendatangi kios-kios sembako dan langsung mengecek harga sembako kepada para penjual.
Sejumlah bahan kebutuhan pokok yang dicek antara lain seperti beras, minyak goreng, telur , daging, kacang-kacangan
![]() |
| foto:yoshasrul/kendarikita.com |
Kepada pemerintah kota pedagang mengaku tidak ada kenaikan harga seperti yangramai diberitakan media massa. “Kami sengaja melakukan pengecekan harga barang di dua pasar utama. Dan ternyata, tidak ada kenaikan harga yang signifikan, sebagaimana informasi yang beredar selama ini,"kata Musadar Mappasomba. Bahkan, kata Musadar, ada sebagian bahan pokok yang turun harga, seperti harga telur yang kelebihan pasokan.
Kendati ada kenaikan harga, kata Musadar, itu hanya kebijakan satu dua oknum pedagang saja dan itu tidak terkait dengan isu kenaikan harga BBM, melainkan faktor cuaca. "Biasalah, akhir-akhir ini musim atau cuaca tak menentu, sehingga berpengaruh pada komoditi pangan,"ujarnya.
Temuan pemerintah kota ini memang berbeda dengan yang dialami sebagai ibu-ibu rumah tangga di Kendari. Para ibu rumah tangga mengeluhkan melejitnya harga sembako di pasaran. Kondisi ini berlangsung sejak dua pekan sebelum rencana kenaikan BBM diumumkan pemerintah. Harga sembako yang naik adalah harga beras , telur yang rata-rata kenaikan mencapai antara 15-30 persen. (Yos Hasrul)


Blogger Comment
Facebook Comment