Saat Anggrek Macan Namu Begitu Menggoda


Bunga anggrek Macan yang cantik milik warga di Desa Wisata Namu. foto: RURUHI PROJECT/ YOSHASRUL


SULTRANEWS-SULTRANEWS- Kekayaaan hayati negeri ini tak dipungkiri begitu melimpah, baik flora maupun pauna. Salah satunya, adalah adalah anggrek macan (Grammatophyllum scriptum) yang bisa ditemukan tumbuh di Desa Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Grammatophyllum scriptum adalah spesies anggrek dari keluarga Orchidaceae. Helaian bunga berwarna dasar kekuningan dan bertotol-totol cokelat. Karena motifnya yang bertotol-totol itulah anggrek ini sering disebut juga anggrek macan. Ada juga yang helaian bunganya berwarna dasar hijau. Bunga anggrek ini tidak terlalu besar, panjang sepalnya kira-kira hanya 3 cm.

Grammatophylum scriptum kebanyakan berasal dari hutan pantai, dengan ketinggian tempat tidak lebih dari 100 m dpl. Ada yang tumbuh di tanah, ada yang menempel di pepohonan. Dalam pemeliharaan, jenis ini menyukai panas dan air, tetapi jangan sampai tergenang. Jadi, sebisa mungkin, tempatkan anggrek ini di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Jenis media tanam yang bisa digunakan untuk menanam anggrek ini adalah pakis atau arang kayu. Karangan bunga panjang, menjuntai ke bawah.Oleh karena itu, anggrek macan ini paling baik ditanam dalam krat dan digantung atau ditempelkan pada dahan pohon.
Anggrek macan yang dibudidayakan warga di Desa Wisata Namu. foto: RURUHI PROJECT/YOSHASRUL
Anggrek macan memiliki umbi semu pendek. Helaian daun tumbuh di atas umbi semu ini. Pada zaman dulu penduduk asli Ambon membuat pasta dari umbi semu anggrek ini untuk mengobati luka.

Di Desa wisata Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan adalah desa dimana warganya tengah mengembangkan tanaman anggrek macan. Anton salah satunya. Ia mengaku mendapatkan anggrek macan di hutan yang tidak jauh dari pemukiman penduduk. “Anggrek ini banyak terdapat di hutan,  karena dekat dengan sumber air,”kata Anton.

Anggrek yang diperoleh dari hutan alam, kemudian dibudidayakan Anton dengan menempelkan akar anggrek di batang pohon kelapa yang tumbuh di halaman rumahnya. Beberapa pengunjung yang pernah mampir di Desa Namu sempat menyaksikan bunga anggrek Anton yang tengah mekar.  “”Beberapa pengunjung sempat meminta anggrek ini,  dengan senang hati saya berikan,”katanya.

Anggrek macan di Indonesia terdapat di Papua, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Di Indonesia paling tidak ditemukan 3 macam anggrek macan. Ketiganya berbeda dalam hal warna, corak, dan jarak antarkuntum bunga. 

Sementara Anggrek macan dari tanah Namu memiliki karangan bunga panjang, bisa mencapai 1,5–2 meter, dengan jarak kuntum bunga yang satu dengan yang lain cukup rapat. Anggrek ini biasanya berbunga setahun sekali, namun ada juga yang berbunga dua kali setahun. Bunga bertahan cukup lama, sampai sekitar 2 bulan. Penampilan bunga anggrek macan yang berasal dari Namu ini mirip dengan yang berasal Papua Anggrek macan ditemukan juga di Ternate dan Flores. Penampilan bunganya mirip dengan yang dari Papua, namun jarak kuntum bunga tidak rapat. Ada lagi yang berasal dari Sulawesi dan Ambon, namun warna bunganya lebih pudar.

Di Filipina juga ditemukan Gramatophyllum scriptum. Ada yang berwarna cokelat polos, ada yang berwarna hijau dan berukuran kecil-kecil dengan jumlah kuntum banyak dan berjarak rapat. Anggrek macan tersebar juga di Kepulauan Solomon, Papua Nugini, serta Kepulauan Fiji and Santa Cruz. (YOSHASRUL/NUGRAMEDIA)
Share on Google Plus

About yoshasrul

    Blogger Comment
    Facebook Comment